Being Happy, Thankful, And Positive Are Possible

Belakangan masalah sedang mampir ke saya bertubi-tubi. Sampai-sampai kondisi tubuh jadi berubah drastis. Saat cerita soal perubahan kondisi tubuh ini ke mama, Beliau langsung bilang:

"Mungkin kamu lagi sutris kali! Udah gak usah banyak pikiran. Istigfar sama sholat aja sana"

Sedih juga sih sampe harus cerita ke mama dan malah (takutnya) bikin dia jadi khawatir. Kebetulan saya memang orang yang gampang kepikiran sama sesuatu masalah. Bisa-bisanya gak napsu makan atau gak bisa tidur. 

Satu hal yang temen saya, Yosi, bilang sama saya. Untuk hidup bahagia, kita cukup bersyukur aja setiap harinya. Lihat ke sekeliling masih banyak orang yang masih kurang beruntung dibandingkan kita. Yosi juga mengajarkan saya supaya bisa hidup positif dan bahagia setiap harinya. Kita pun mulai mengurangi pembicaraan yang sifatnya negatif. Lebih banyak ngomongin soal kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Sebenernya hal ini sangat membantu saya untuk lebih menenangkan diri dan mensucikan diri sebelum keberangkatan saya ke tanah suci di Bulan Januari nanti (doakan lancar ya ^^). Semoga selamanya saya bisa tetap semangat dan berpikiran positif terus yaaa :)


Salam,
LIA

Labels: