Belajar dari Taylor Swift

taylor-swift

Saya memang baru belakangan ini suka sama Taylor Swift. Bisa dibilang suka sama wanita asal Amerika Serikat ini setelah ia mengubah gaya bermusiknya dari musik country ke musik pop. 

Sejak album Red di tahun 2012 keluar, saya langsung suka banget dengerin perubahan gaya bermusiknya. Memang pop itu bisa dibilang paling laris di banding genre-genre musik lainnya, salah satunya karena kuping-kuping manusia di bumi ini pada umumnya lebih seneng sama musik yang ear-catchy dan gampang diikutin ya? Saya gak bilang musik pop itu standar atau biasa aja, tapi memang musik pop itu paling enak didengerin kan? :P

Awalnya memang saya seneng karena alunan nada yang dinyanyikan Taylor itu enak dan gampang diingat. Tapi lama kelamaan saya juga kepo pengen tahu tentang isi lagu-lagu yang dinyanyikan. Banyak kabar beredar kalau sebagian besar lagu mantan pacar personil One Direction, Harry Styles itu dibuat atas pengalaman pribadi, khususnya tentang love life si wanita yang senang bergincu merah ini.

Menurut saya sih wajar-wajar aja yah kalau dia mau pakai pengalaman pribadinya untuk dijadikan inspirasi dalam bermusik. Masih mending dibuatin lagu trus dapet Grammy, daripada abis putus atau lagi berantem trus pasang status nan galau di social media. It's so last year, darling!

Akibat desas desus yang berkembang dan juga spekulasi yang tinggi akan lagu-lagu sahabat dari Karlie Kloss ini, jadilah saya suka kepo sama lirik-lirik lagunya. Taylor juga pinter menggunakan kata-kata yang tersembunyi, namun sebenarnya memiliki makna atau pesan kepada sang mantan. 

Eittss, tapi gak cuma tentang cerita percintaannya kok ternyata yang dia tulis. Mulai dari kisah pecahnya persahabatan dia dan Katy Perry (yang bisa jadi gara-gara cowok juga sih.... Girls.... Ckckckck...) sampai kekesalan dia akan media massa. 

Waktu pertama kali video klip Blank Space keluar, saya langsung suka sama nadanya dan juga cowok di video klipnya. Lama-lama saya perhatiin juga liriknya. Sempet kepikiran tuh, "nih mantan yang mana lagi yang lagi diomongin?". Eh ternyata saya dapat jawabannya baru-baru ini.

Pada 30 September 2015 yang lalu Taylor mengadakan pertunjukan khusus di Clive Davis Theater. Pertunjukan ini baru di upload videonya pada tanggal 7 Januari 2016 kemarin, dimana ia menyanyikan salah satu lagu dari album terakhirnya, 1989 yaitu "Blank Space".

Sebelum memulai menyanyi, Taylor sempat bercerita tentang inspirasi lagu ini. Coba ditonton deh video ini:


Terlepas dari bener atau engga-nya pemberitaan dari media, memang rasanya denger orang-orang mencap kita akan hal yang buruk tuh gak enak banget ya. Seperti Taylor bilang, pada awalnya dia sempet sedih dan sebel akan pemberitaan tersebut. Tapi kemudian malah ternyata bisa dijadikan ide untuk ia menulis lagu Blank Space. 

Mungkin kata dia, ancur-ancur deh image gue. Yang penting lagu gue hits! :D

Taylor menurut saya salah satu publik figur yang pandai memanfaatkan kisah pribadinya (bahkan masalahnya) untuk dijadikan materi dalam bermusik. Dan hasil karyanya justru malah diterima baik oleh masyarakat, terlepas dari pemberitaan yang heboh terus.

Ini buat saya berpikir kembali kalau ternyata sebagai mana jeleknya hidup kita, ternyata hidup kita gak jelek-jelek amet kok. Selama ini kan kita kalau lagi sedih, marah, kesel, atau putus asa ujung-ujungnya curhat di tembok social media. Bahkan jadinya galau, gak bisa move on, atau malah jadi nyinyir.

Mungkin kita bisa pakai cara elegan Taylor dalam menghadapi masalah ya. Dengan mengubah masalah menjadi karya. Siapa tau bisa malah lancar dapat inspirasinya. Ya, ga?


Ps: Gosippp Alert!! Menurut kalian inspirasi Taylor Swift di lagu paling barunya, Out of The Woods itu siapa? :P

Labels: