Story About My Acne Experience

Sudah 2 bulan belakangan ini saya direpotkan dengan kehadiran jerawat yang membandel di bagian pipi dan dagu. Awal mulanya adalah saat saya sedang sibuk meng-handle sebuah event di kantor yang cukup menyita waktu, tenaga, pikiran, dan emosi. Belum lagi hampir sebulan saya tidur malam (jam 12 malam paling minimal) dan harus bangun pagi lagi. Kulit muka yang awalnya tidak rewel, tiba-tiba menjadi memberontak.

Di mulai dari banyaknya jerawat kecil yang muncul di dagu lalu dilanjutkan dengan jerawat bruntusan di pipi yang semakin lama semakin banyak. Padahal sebulan sebelum tragedi ini kulit saya sempat dipuji oleh saudara-saudara yang sudah lama tidak ketemu. Kata mereka kulit muka saya terlihat bagus dan sehat. Gak nyangka sebulan setelah itu tragedi itu terjadi :(

Selama ini saya masih bertahan untuk tetap menggunakan skin care yang biasa dipakai sebelumnya. Hanya saja menambah obat jerawat dan masker pencegah jerawat. Tapi semuanya tidak mempan. Saya pun semakin tidak pede dan lebih banyak menutupi kulit muka dengan make up tebal. Mama yang lihat kelakuan saya benar-benar tidak sabar dan menyarankan untuk segera ke dokter kulit.

Awalnya saya tidak mau ke dokter kulit karena masih meyakinkan diri sendiri kalau jerawat ini masih bisa disembuhkan dengan makan buah dan sayur, tidur cepat, dan mencuci muka dengan benar. Tapi sepertinya jerawat ini sudah benar-benar tidak dapat ditolong lagi kecuali dengan pertolongan dokter.

02 Agustus 2014
Saya memantapkan niat dan memberanikan diri untuk pergi ke dokter kulit langganan mama, and I decided not to wrote the name of the doctor/place. Let this post will be my diary of my battle with acne experience :). 

Saat datang ke tempat doktor, sudah banyak pasien yang siap untuk berkonsultasi. Saya langsung mendaftarkan diri sebagai pasien baru di resepsionis. Tidak beberapa lama dokter pun datang. Dokter hanya melihat kulit muka pasien dan menusukkan jarum akupuntur ke kulit pasien. Dokter menginformasikan juga obat dan perawatan apa yang akan digunakan oleh pasien kepada asistennya.

Setelah itu saya dan mama langsung ke kasir untuk membayar obat untuk perawatan 1 paket (sabun muka, toner, krim malam, krim pagi) plus krim jerawat dan obat minum. Seharusnya saya juga melakukan facial, tapi karena hari itu sudah malam dan ramai saya putuskan untuk kembali lagi besok harinya.

03 Agustus 2014
Siang hari saya datang kembali untuk melakukan facial jerawat plus bonus facial tambahan. Proses facial dilakukan seperti biasa layaknya facial. Saya paling tidak tahan dengan facial tusuk, jadi beberapa kali masih mengeluarkan air mata huhuhuhu. Setelah di masker dan dibersihkan mulailah proses facial tambahan. Yang saya rasakan adalah kulit diberikan sebuah cairan menggunakan kapas yang rasanya sangat pedih sehingga sebuah kipas angin harus ditaruh mengarah ke muka supaya tidak terlalu pedih. Kata mama, itu adalah obatnya. Selama 4 hari ke depan saya tidak diperbolehkan mencuci muka dengan sabun dan juga menggosok muka terlalu keras.

Hasilnya kulit muka saya hari ini adalah penuh banyak noda bekas jerawat dan merah-merah hasil pencetan facial. Don't know whether this is the best way to cure my pimple. Tapi semoga berhasil ya :) 

04 Agustus 2014
Hari pertama masuk kantor setelah libur lebaran. And it was awful! Saya gak berani mendatangi satu-satu meja untuk bermaaf-maafan. I am too ugly to face people :(. Tapi terkadang saya dengan cueknya malah menunjukkan ke beberapa teman wanita kondisi kulit muka saya. Banyak yang berkomentar jelek akan proses penyembuhan ini. Sempat down dan kesel juga. Well, I tried to believe my process first than hearing such a bad comment. Hope all is well ^^

05 Agustus 2014
Masih hari-hari muka jelek. Dan masih ada orang yang ngomong gak pake otak soal kondisi kulit mukaku. Sometimes I wanna yell out his/her face, "wait until you're on my shoe".

Hehehehe... Tapi kali ini sudah sedikit lebih pede karena banyak juga temen-temen yang gak peduli bahkan gak sadar sama perubahan muka. Di hari ketiga ini kulit di bagian dagu dan mulut sudah beberapa terlihat terkelupas. Saya berusaha sekuat tenaga supaya tidak gatel menarik kelupasan kulit mati itu. Hehehehe. Semoga besok semakin banyak yang kelupas dan saya tidak sabar akan kulit yang baruuuu :)