Greetings From Mr. Eggplant

Beberapa tahun yang lalu saya mulai menggemari kegiatan baru yaitu, bercocok tanam. Walaupun tidak punya kemampuan untuk menghasilkan tanaman yang bagus, tapi tetap saja saya nekat membeli berbagai macam benih, terutama benih sayuran atau bumbu masak.

Alasan sederhananya sih cuma satu, gak perlu ke tukang sayur untuk masak. Jadi mau nyambel tinggal petik cabe di kebun. Mau bikin jus stroberi atau buah-buahannya juga gak perlu beli ke toko buah.

Namun dengan seiring berjalannya waktu ternyata bercocok tanam itu gak mudah ya. Apalagi butuh kesabaran yang luar biasa. Terkadang saya bosan menunggu benih tumbuh menjadi kecambah. Padahal setiap pagi rajin menyiram dengan air, layaknya ibu kasih minum anaknya hehehehe. 

Tapi perasaan kaget dan bahagia juga terasa saat ada perkembangan yang pesat dari tanaman itu sendiri. Seperti beberapa hari yang lalu ketika mama saya mengirim gambar lewat WhatsApp.
"Lihat apa nih?"



Saya yang sedang di kantor langsung cekikikan kegirangan. Ternyata ada tiga buah terong yang numbuh nyempil di antara dedaunan! Langsung deh heboh kasih tau temen-temen. Bahkan ada temen juga yang langsung kepikiran mau bercocok tanam juga.

Ternyata inilah perasaan yang paling menyenangkan ketika bercocok tanam. Yaitu ketika jerih payah kita membuahkan hasil. Walaupun tidak jarang saya sering kelupaan menyiram, tapi dengan adanya "kejutan" ini kembali meningkatkan semangat untuk menanam lagi :)

Oh iya, ini cita-cita saya suatu saat nanti. Punya halaman kayak Beth:

 

Labels: